Puluhan Pejabat Berganti Posisi, Bupati Sinjai Ratnawati Titip Satu Pesan: Jangan Ada Ego Sektoral
WARNAWARTA.COM, SINJAI SULSEL — Penataan jajaran birokrasi kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten Sinjai. Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, memimpin prosesi pelantikan sekaligus pengambilan sumpah/janji sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sinjai.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Senin malam (31/8/2026), dengan melibatkan pejabat dari berbagai jenjang, mulai Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas hingga Jabatan Fungsional.
Bagi Ratnawati, agenda ini menjadi momentum ketiga kalinya dirinya melantik pejabat sejak dipercaya memimpin Kabupaten Sinjai. Pergantian dan pengisian sejumlah jabatan tersebut diarahkan untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus mendorong peningkatan kinerja aparatur pemerintahan.
Sejumlah nama mendapat amanah baru dalam jajaran Pemkab Sinjai. H. Muhammad Arfah dipercaya memimpin BPBD, sementara Waris menempati posisi Kepala Dinas Ketahanan Pangan.
Jabatan Kepala Dinas Perikanan diberikan kepada Andi Saoraja Arie Lesmana. Selanjutnya, Sukmawati Syarifuddin dipercaya sebagai Kepala Dinas Perindag dan ESDM, Andi Baso Mangunrawa sebagai Kepala Dinas Sosial, serta dr. Kahar Anies sebagai Kepala Dinas Kesehatan.
Pada sektor layanan kesehatan, dr. Massalinri dilantik menjadi Direktur RSUD Sinjai. Sementara itu, A. Ardin Sani menduduki jabatan Kepala Bagian Umum Setdakab Sinjai dan Andi Ikramullah sebagai Kepala Bagian Protokoler dan Dokumentasi Pimpinan Setdakab Sinjai.
Tak hanya pejabat pimpinan tinggi pratama, puluhan pejabat administrator, pengawas dan fungsional juga ikut dilantik dalam kesempatan tersebut. Penataan ini diharapkan dapat memperkuat pembagian tugas serta membuat roda pemerintahan berjalan lebih efektif.
Prosesi pelantikan turut disaksikan unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai Andi Jefrianto Asapa, Staf Ahli Bupati, para Asisten Setdakab, pimpinan OPD dan tamu undangan lainnya.
Dalam arahannya, Bupati Ratnawati meminta seluruh pejabat yang memperoleh kepercayaan baru untuk menjadikan jabatan tersebut sebagai amanah yang harus dijalankan secara sungguh-sungguh.
Ia juga menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang telah dilantik.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sinjai, saya menyampaikan selamat kepada saudara yang baru saja dilantik dan diambil sumpahnya pada hari ini,” ujar Bupati.
Menurut Ratnawati, proses mutasi maupun pengangkatan pejabat dilakukan sebagai bagian dari kebutuhan organisasi. Pelaksanaannya mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara serta Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 yang telah diperbarui melalui PP Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.
Ia menegaskan bahwa proses tersebut telah mengikuti norma, standar, prosedur dan kriteria dalam sistem merit, termasuk berdasarkan rekomendasi Kepala Badan Kepegawaian Negara terkait pengangkatan dan mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Sinjai.
Bupati menekankan bahwa rotasi dan pengisian jabatan hendaknya tidak semata-mata dipandang sebagai pergantian posisi, melainkan sebagai langkah untuk melakukan pembenahan dan memperkuat organisasi.
“Pelantikan ini merupakan bagian dari kebutuhan organisasi dalam rangka peningkatan kapasitas pegawai. Hendaknya dimaknai terutama dari sudut kepentingan organisasi, pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja dan penyelenggaraan tugas serta pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” jelasnya.
Para pejabat yang baru menerima amanah juga diminta segera beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing. Ratnawati mendorong terciptanya koordinasi yang kuat, baik antarbagian maupun dengan pihak eksternal.
Menurutnya, kekompakan dan sinergi menjadi modal penting dalam menjalankan program pemerintah. Ia meminta agar tidak ada ego sektoral yang justru dapat menghambat pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kerja kita hari ini harus cepat, cermat dan berintegritas. Kita dituntut untuk bekerja efisien tanpa mengabaikan kualitas. Ciptakan lingkungan kerja yang nyaman, saling mendukung dan mengedepankan kebersamaan, tanpa ada ego sektoral yang dapat menghambat pelaksanaan program,” tegasnya.
Selain persoalan koordinasi, Bupati juga mengingatkan pentingnya inovasi di tengah perubahan yang berlangsung cepat. Aparatur dituntut tidak hanya menjalankan rutinitas, tetapi mampu menciptakan terobosan dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat.
Ratnawati turut mengingatkan para pejabat mengenai tanggung jawab moral di balik sumpah yang telah diucapkan. Amanah tersebut, kata dia, bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada pimpinan dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT.
Di penghujung arahannya, Bupati mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk memperkuat komitmen dalam membangun Kabupaten Sinjai. Ia menilai pembangunan daerah tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama dan kontribusi seluruh unsur pemerintahan.
“Dengan semangat dan sikap core value BerAKHLAK yang tercermin dalam semboyan ‘Bangga Melayani Bangsa’, saya yakin kita dapat mewujudkan Sinjai Maju, Sejahtera, Mandiri dan Berkeadilan,” pungkasnya. (Adv)
