Melihat Perubahan Hutan dari Mata Masyarakat Adat, Riset Photovoice Digelar di Sinjai Borong
WARNAWARTA.COM, SINJAI SULSEL — Transformasi lahan dan hutan tidak hanya dapat dibaca melalui peta spasial, citra satelit, maupun angka perubahan tutupan lahan. Di balik perubahan lanskap tersebut terdapat pengalaman, pengetahuan, serta perspektif masyarakat yang hidup dan berinteraksi langsung dengan lingkungan.
Perspektif inilah yang menjadi fokus penelitian multitahun bertajuk “Realitas Kompleks: Menjelajahi Perspektif Masyarakat Adat tentang Transformasi Lahan dan Hutan di Indonesia Menggunakan Fotografi Partisipatif (Photovoice Project)”.
Penelitian yang berlangsung selama tiga tahun, mulai 2025 hingga 2027, ini dilaksanakan di tiga wilayah, yakni Jawa Barat, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan. Untuk wilayah Sulawesi Selatan, penelitian dipusatkan di Kabupaten Sinjai, khususnya Kecamatan Sinjai Borong.
Riset ini diinisiasi oleh Andi Patiware Metaragakusuma, S.P., M.Agr., Ph.D., peneliti dari Research Institute for Humanity and Nature (RIHN), Jepang. RIHN merupakan lembaga penelitian berbasis di Kyoto yang berfokus pada kajian lingkungan global serta hubungan antara manusia dan alam.
Dalam pelaksanaannya di Kabupaten Sinjai, RIHN membangun kolaborasi dengan sejumlah mitra lokal, yakni Departemen Teknik Industri Universitas Hasanuddin, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sinjai, serta Masyarakat Adat Barambang Katute bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sinjai
Kolaborasi tersebut mempertemukan pendekatan ilmiah, pengetahuan lokal, dan pengalaman masyarakat untuk memahami perubahan lanskap yang terjadi di wilayah mereka.
Memperkuat Kapasitas Riset Partisipatif
Memasuki tahun kedua penelitian, rangkaian kegiatan tahun 2026 diawali dengan Workshop Metode dan Teknik Partisipatif dalam Riset dan Analisis Kualitatif yang berlangsung di Ruang Pertemuan Universitas Muhammadiyah Sinjai, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dosen, mahasiswa, Masyarakat Adat Barambang Katute, serta AMAN Sinjai. Workshop tersebut bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai pendekatan penelitian partisipatif dan teknik analisis kualitatif dalam menggali pengalaman masyarakat.
Dalam penelitian partisipatif, masyarakat tidak ditempatkan semata-mata sebagai sumber informasi, melainkan menjadi bagian aktif dalam proses produksi pengetahuan bersama peneliti.
Salah satu metode utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah photovoice, yaitu pendekatan yang memanfaatkan fotografi sebagai media bagi masyarakat untuk mendokumentasikan kondisi, pengalaman, serta perubahan lingkungan yang mereka anggap penting.
Foto yang dihasilkan masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi visual, tetapi menjadi pintu masuk untuk memahami cerita, nilai, pengetahuan lokal, dan pandangan masyarakat terhadap perubahan lahan serta hutan di sekitarnya.
Foto sebagai Media Menggali Cerita Perubahan Lingkungan
Tahapan penelitian tahun 2026 dilanjutkan melalui wawancara mendalam terhadap foto-foto yang dihasilkan masyarakat peserta proyek photovoice pada tahun 2025.
Kegiatan wawancara berlangsung pada 12–17 September 2026 di Desa Barambang, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai.
Pada tahap ini, tim peneliti menggali makna di balik setiap foto, termasuk alasan masyarakat memilih objek tertentu, perubahan lingkungan yang mereka rasakan, hubungan mereka dengan lahan dan hutan, serta dampak perubahan tersebut terhadap kehidupan sehari-hari.
Pendekatan photovoice memungkinkan penelitian menangkap aspek-aspek yang sering kali tidak muncul dalam survei konvensional. Melalui foto, masyarakat memiliki ruang untuk menentukan sendiri isu yang dianggap penting sebelum pengalaman tersebut didalami melalui wawancara.
Dengan demikian, penelitian tidak hanya mendokumentasikan apa yang berubah, tetapi juga memahami bagaimana masyarakat memaknai perubahan tersebut dan mengapa perubahan itu memiliki arti bagi kehidupan mereka.
Membangun Penelitian melalui Kolaborasi Lokal dan Internasional
Keterlibatan institusi pendidikan lokal menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas penelitian lingkungan di daerah.
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sinjai, di bawah kepemimpinan Dekan Dr. Ir. Dian Yustisia, S.P., M.P., IPM, menjadi salah satu mitra utama dalam pelaksanaan kegiatan penelitian di Kabupaten Sinjai bersama Universitas Hasanuddin dan AMAN Sinjai.
Melalui kolaborasi ini, dosen dan mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami lebih dekat pendekatan penelitian partisipatif, analisis kualitatif, serta metode penelitian yang menghubungkan isu lingkungan dengan dimensi sosial masyarakat.
Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam riset ini memberikan pengalaman bahwa kajian lingkungan tidak hanya bergantung pada pengukuran teknis, tetapi juga membutuhkan kemampuan mendengar, memahami pengalaman masyarakat, dan mengakui pengetahuan lokal sebagai bagian dari proses ilmiah.
Model kolaborasi antara lembaga internasional, perguruan tinggi, dan komunitas masyarakat adat ini diharapkan mampu memperkuat pertukaran pengetahuan sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mengembangkan penelitian lingkungan yang lebih inklusif dan partisipatif.
Dari Photovoice Menuju Pameran Foto Tahun 2027
Rangkaian penelitian ini tidak berhenti pada proses pengumpulan dan analisis data. Setelah berbagai pengalaman sosial dan lingkungan masyarakat berhasil dihimpun, hasil fotografi partisipatif tersebut direncanakan akan ditampilkan melalui pameran foto photovoice exhibition pada 2027.
Pameran tersebut akan menjadi ruang publik untuk menghadirkan kembali suara masyarakat melalui karya visual yang mereka hasilkan sendiri. Foto-foto tersebut diharapkan dapat menjadi media refleksi, pembelajaran, serta diskusi mengenai perubahan lahan dan hutan di Indonesia.
Melalui pendekatan photovoice, penelitian ini berupaya memberikan ruang yang lebih besar kepada masyarakat untuk menceritakan realitas lingkungan dari perspektif mereka sendiri.
Dari Sinjai Borong, foto-foto sederhana yang dihasilkan masyarakat akan membawa cerita yang lebih luas tentang perubahan lanskap, kehidupan, serta hubungan manusia dengan alam yang terus berkembang.
