Kolaborasi Ilmu dan Aksi, KKN-T Unhas Sinjai Timur Ciptakan Terobosan untuk Peternak Desa
WARNAWARTA.COM, SINJAI SULSEL — Kegiatan pengabdian Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin di Desa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur, pada Sabtu kemarin (19/7/2025), dengan suasana penuh semangat dan keterlibatan warga.
Kegiatan yang dipusatkan di Dusun Maccini ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja yang dirancang untuk mendukung pengembangan sektor peternakan dan ketahanan pangan desa. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menghadirkan tiga program unggulan, yang terdiri dari satu program kelompok dan dua program individu.
Program kerja kelompok difokuskan pada Sosialisasi dan Praktik Pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyasar para peternak lokal. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gejala PMK, langkah pencegahan dini, hingga penanganan awal secara mandiri. Dalam praktiknya, mahasiswa juga mendampingi warga dalam pemberian vitamin kepada beberapa ekor sapi sebagai bentuk pencegahan sederhana terhadap penurunan daya tahan tubuh ternak.
“Program ini kami rancang untuk meningkatkan kesadaran peternak terhadap risiko penyakit ternak yang kerap muncul saat musim pancaroba. Selain penyuluhan, kami juga ingin memberi pengalaman langsung lewat praktik di lapangan,” ungkap salah satu mahasiswa pelaksana.
Sementara itu, dua program individu turut menjadi perhatian. Syukrah Nur Khaeriyah, mahasiswa dari Fakultas Peternakan Unhas, memperkenalkan inovasi pembuatan kompos organik dari limbah ternak. Program ini menyasar pemanfaatan kotoran kambing yang sebelumnya belum dikelola dengan optimal, menjadi pupuk bernilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan.
Adapun program berikutnya diprakarsai oleh Ifratul Fauziah, juga dari Fakultas Peternakan, dengan tajuk Pengembangan Silase sebagai Produk Pakan Alternatif untuk Ketahanan Pangan Ternak. Silase dibuat dari limbah pertanian setempat melalui metode fermentasi, sehingga dapat bertahan lama dan tetap mempertahankan nilai gizi, terutama sebagai cadangan pakan di musim kemarau.
Dalam sambutannya, Ilmawati, S.Pt., M.Si., salah satu penyuluh peternakan yang hadir mendampingi kegiatan ini, menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa atas program-program aplikatif yang dihadirkan. Ia menilai bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa mampu memperkuat edukasi serta meningkatkan pemanfaatan potensi lokal.
“Kami melihat kegiatan ini bukan hanya sebagai tugas akademik, tetapi sebagai bentuk nyata pengabdian yang berdampak langsung. Inisiatif seperti ini patut dilanjutkan dan diperluas di wilayah lainnya,” ucapnya.
Seluruh kegiatan mendapat dukungan dari Syamsul Bahri, S.Pt., penyuluh lainnya yang turut hadir mendampingi proses sosialisasi hingga praktik pembuatan silase dan kompos. Warga pun menyambut baik program ini dan berharap kegiatan serupa terus berlanjut sebagai bagian dari pembangunan desa berbasis partisipasi. (Ac)
