Tantang Akses Terjal, Dinkes Sinjai Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis ke Pelosok
WARNAWARTA.COM, SINJAI SULSEL — Peringatan Hari Jadi Sinjai (HJS) ke-462 tahun ini tidak hanya diwarnai seremoni. Momentum bersejarah tersebut diisi dengan aksi nyata pelayanan kepada masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik, turun langsung bersama jajaran tenaga kesehatan menghadirkan layanan kesehatan gratis di wilayah Kecamatan Sinjai Barat.
Tim menyasar masyarakat di tiga dusun, yakni Dusun Karampuang Desa Botolempangan, Dusun Bihulo, serta Dusun Bondu Desa Arabika. Beragam pemeriksaan diberikan, mulai dari cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, hemoglobin (HB), hingga pemeriksaan indera. Pelayanan ini menjangkau seluruh kelompok usia, dari bayi dan balita hingga masyarakat lanjut usia.
Dusun Karampuang menjadi lokasi dengan tantangan tersulit. Akses jalan yang curam dan tidak dapat dilalui kendaraan memaksa rombongan berjalan kaki kurang lebih 30 menit. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat tim. Perjalanan menapaki tanjakan justru menjadi bukti komitmen bahwa layanan kesehatan harus hadir tanpa mengenal batas geografis.
Di Dusun Bihulo, perhatian lebih difokuskan pada warga usia produktif dan lansia. Salah satu kunjungan dilakukan kepada seorang lansia yang hanya bisa terbaring di rumah. Selain melakukan pemeriksaan, tenaga kesehatan juga memberikan edukasi kepada keluarga tentang perawatan pasien tirah baring guna mencegah luka tekan dan infeksi.
Sementara itu, di Dusun Bondu Desa Arabika, pelayanan dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan promotif dan preventif. Anak-anak hingga lansia mendapatkan pemantauan kesehatan sebagai langkah deteksi dini berbagai risiko penyakit.
Kegiatan ini turut didampingi Kepala Puskesmas Manipi, dr. Vera Nopita Silalahi, bersama tenaga kesehatan wilayah kerja setempat. Aparat desa, Kepala Dusun, serta Ketua BPD juga hadir memberikan dukungan selama kegiatan berlangsung.
Menurut dr. Emmy, medan yang sulit bukanlah penghalang untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang layak. Ia menegaskan bahwa semangat Hari Jadi Sinjai ke-462 harus tercermin melalui kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan akses.
Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi saat tim memeriksa seorang lansia yang mengalami kelumpuhan sekaligus kebutaan. Dengan penuh kepedulian, tenaga kesehatan memastikan ia tetap memperoleh layanan secara langsung.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sinjai menunjukkan bahwa peringatan hari jadi daerah bukan sekadar perayaan, melainkan kesempatan memperkuat komitmen menghadirkan pelayanan hingga ke pelosok, tanpa ada warga yang terabaikan.
