"" Lampu Pendeteksi Kesuburan Tanah dan Alat Pemupukan Jagung: Solusi Inovatif dari Mahasiswa UNHAS untuk Desa Patalassang

Lampu Pendeteksi Kesuburan Tanah dan Alat Pemupukan Jagung: Solusi Inovatif dari Mahasiswa UNHAS untuk Desa Patalassang

SOSMEDSINJAI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 113 Universitas Hasanuddin (UNHAS) menggelar sosialisasi mengenai Lampu Pendeteksi Kesuburan Tanah dan Alat Pemupukan Jagung Sederhana di Desa Patalassang, Sinjai Timur, Jumat, (31/01/2025) 

Diketahui mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani dan peternak, memiliki potensi pertanian yang baik, terutama dalam produksi jagung, padi, dan sayuran. Namun, data Badan Pusat Statistik (BPS) Sinjai menunjukkan bahwa sekitar 70% penduduk desa terlibat dalam sektor pertanian, yang dihadapkan pada sejumlah kendala, terutama terkait pengelolaan kesuburan tanah dan efisiensi pemupukan.

Seiring dengan kondisi iklim yang tidak selalu mendukung, petani di Desa Patalassang sering kali kesulitan dalam mengukur tingkat kesuburan tanah mereka, serta menggunakan metode pemupukan yang konvensional. Hal ini berpotensi menyebabkan penggunaan pupuk yang tidak efisien dan mengurangi hasil pertanian. Untuk mengatasi masalah ini, mahasiswa KKN-T Gelombang 113 UNHAS memperkenalkan solusi berbasis teknologi tepat guna.

Nando, Koordinator Desa yang juga mahasiswa Jurusan Peternakan UNHAS, menjelaskan bahwa Lampu Pendeteksi Kesuburan Tanah dirancang untuk memberikan informasi langsung kepada petani mengenai tingkat kesuburan tanah mereka. Dengan adanya alat ini, diharapkan petani dapat lebih mudah mengidentifikasi kondisi tanah dan melakukan perlakuan yang tepat sesuai kebutuhan. Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan Alat Pemupukan Jagung Sederhana yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemupukan, dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan oleh petani lokal.

Kegiatan ini dihadiri oleh pemerintah desa dan kelompok tani setempat, yang menunjukkan antusiasme mereka dalam mengikuti demonstrasi dan proses pembuatan alat. Pak Firdaus, mewakili pemerintah Desa Patalassang, menyampaikan apresiasi atas program kerja yang diusung oleh mahasiswa KKN-T UNHAS. “Kami sangat berterima kasih atas inovasi teknologi tepat guna yang diperkenalkan kepada kami. Kelompok tani sangat antusias dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kami berharap, alat ini dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian di desa kami,” ungkap Pak Firdaus.

Dengan adanya inovasi ini, mahasiswa KKN-T berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pertanian di Desa Patalassang dan membantu petani dalam mengatasi tantangan yang mereka hadapi.