Petani Kini Lebih Efisien Berkat Alat Penyiang Buatan Mahasiswa Unhas
SOSMEDSINJAI - Bulukumba, Dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung dalam bidang teknologi pertanian mengembangkan alat penyiang sederhana yang efektif untuk digunakan di lahan sawah. Inovasi ini diperkenalkan dalam kegiatan Diseminasi Inovasi Teknologi Tepat Guna pada Sabtu (7/12/24).
Alat penyiang ini dirancang untuk membantu petani membersihkan gulma yang tumbuh di antara tanaman padi secara lebih efisien dan hemat waktu. Terbuat dari bahan lokal yang mudah didapat seperti plat besi dan pipa besi, alat ini memiliki desain ergonomis yang membuatnya mudah digunakan oleh petani. Dengan desain yang sederhana namun efektif, alat ini meminimalisir kelelahan yang sering dialami petani saat melakukan penyiangan manual yang umumnya memerlukan waktu lama dan posisi membungkuk yang tidak nyaman.
"Penyiangan pada lahan sawah sangat penting untuk mengoptimalkan hasil pertanian. Dengan adanya alat penyiang sederhana ini, kami berharap petani dapat bekerja lebih efisien, mengurangi biaya tenaga kerja, dan meningkatkan produktivitas padi," ujar Kamaruddin, Ketua KT Kulenge 1, yang menjadi target kegiatan Inovasi Teknologi Tepat Guna ini.
Cara penggunaannya cukup mudah, petani hanya perlu mendorong alat ini di antara barisan tanaman padi, dan gulma akan terangkat tanpa merusak akar padi. Alat ini menjadi solusi ramah lingkungan karena mengurangi ketergantungan pada bahan kimia untuk pengendalian gulma.
Selain efisien, alat penyiang ini juga dibanderol dengan harga terjangkau, sehingga dapat diakses oleh petani skala kecil di berbagai daerah. Diharapkan, penggunaan alat ini tidak hanya menurunkan biaya operasional tetapi juga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian padi di Indonesia.
Inovasi ini menunjukkan bagaimana teknologi tepat guna dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pertanian Indonesia, mendukung efisiensi, dan menciptakan pertanian yang lebih berkelanjutan.
