"" Persoalan Netralitas Pejabat di Sinjai Ditanggapi Pj Gubernur Sulsel, Begini Responnya

Persoalan Netralitas Pejabat di Sinjai Ditanggapi Pj Gubernur Sulsel, Begini Responnya


SOSMED.SINJAI - Di Pilkada Sinjai 2024, isu netralitas terus menerpa para pejabat di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai.


Hal tersebut membuat polemik di tengah masyarakat. Bahkan persoalan ini telah sampai di telinga Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Zudan Arif Fakhrulloh.


Zudan menyampaikan kepada para penjabat bupati/walikota dan pegawai pemerintah agar tidak bermain-main dengan persoalan netralitas. 


Apalagi, sudah sampai jor-joran menyatakan dukungan kepada salah satu calon yang akan berkontestasi nanti.


“Ini kan tinggal 13 hari lagi, mari kita semuanya saja, seluruh masyarakat Sulsel, pj kepala daerah, ASN, non-ASN, TNI dan Polri. Mari kita sama-sama jaga Sulsel,” tuturnya, Sabtu (16/11/2024).


Ia mengutarakan, terutama untuk para aparatur negara untuk tetap menjaga dan terus menghidupkan ruh netralitas dalam setiap proses menjalankan tugas.


Khusus dugaan keberpihakan Pj Bupati Sinjai, Andi Jefrianto Asapa dan beberapa kadisnya kepada salah satu kandidat, Zudan menyampaikan, Pemprov Sulsel akan tegas terhadap pegawai yang melakukan tindakan yang tidak netral. Pemberian sanksi pun akan terus dilakukan kepada siapa saja yang terbukti.


“Provinsi sudah memberhentikan sementara yang ada pegawai yang ada di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel,” ungkapnya.


Ia mengimbau kepada seluruh aparatur negara agar tetap tegak lurus kepada peraturan yang ada.


“Mari kita seluruh ASN kepala desa dan pj kepala daerah, mari tegak lurus pada sistem aturan yang berlaku,” tegasnya.


Sebelumnya, dugaan pelanggaran pejabat Pemkab Sinjai mengemuka. Sampai ditangani Bawaslu, bahkan DPRD Sinjai bahkan ikut menengahi keluhan soal netralitas pejabat dan ASN. Apalagi, ada sejumlah video pengakuan guru yang mendapat tekanan. (Adv)