Langkah Strategis Bupati Sinjai dan Kakanwil Kemenkum Sulsel Lindungi Inovasi Daerah

Langkah Strategis Bupati Sinjai dan Kakanwil Kemenkum Sulsel Lindungi Inovasi Daerah

WARNAWARTA.COM, SINJAI SULSEL — Pemerintah Kabupaten Sinjai bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan resmi menjalin kemitraan strategis dalam upaya perlindungan serta pengelolaan kekayaan intelektual daerah.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, dan Kepala Kanwil Kemenkum Sulsel, Andi Basmal. Kegiatan tersebut berlangsung di Command Center Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Jumat pagi (17/4/2026), dan turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya langkah ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga dan melindungi berbagai aset lokal. Ia berharap setiap karya, inovasi, serta potensi yang lahir dari masyarakat Sinjai memiliki perlindungan hukum yang jelas sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi.

Menurutnya, Sinjai memiliki beragam kekayaan intelektual yang potensial untuk dikembangkan, mulai dari produk seperti kopi, hingga tradisi budaya seperti Mappogau Sihau dan Marimpa Salo’. Semua potensi tersebut diharapkan dapat dikenal lebih luas, bahkan hingga ke tingkat internasional.

Bupati juga optimistis bahwa pengelolaan kekayaan intelektual yang baik akan mendorong kemandirian ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkum Sulsel, Andi Basmal, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam memberikan perlindungan hukum terhadap hasil kreativitas daerah, baik di sektor pariwisata, perdagangan, maupun ekonomi kreatif.

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pihaknya dalam menjaga ekosistem kekayaan intelektual agar tetap berkembang dan terlindungi.

Diketahui, Kabupaten Sinjai telah memiliki 18 kekayaan intelektual komunal yang terdiri dari ekspresi budaya tradisional dan pengetahuan lokal. Beberapa di antaranya meliputi Tari Ma’ddongi, Rumah Arung Lappa, hingga berbagai kuliner khas seperti Nasu Lase Jampu dan Beppa Laiyya.