Milad ke-64 IMPPAK Digelar Meriah di Makassar, Angkat Semangat Pengabdian Daerah
WARNAWARTA.COM, MAKASSAR SULSEL — Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Indonesia Kolaka (PP-IMPPAK) sukses menggelar perayaan Milad IMPPAK ke-64 dengan penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan tersebut berlangsung meriah di Hotel Swiss-Bel Panakkukang, Makassar, pada Sabtu malam, (3/1/2025).
Perayaan hari jadi organisasi ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua IKA IMPPAK, Drs. H. Bahar Ngitung, jajaran sekretaris, serta para dewan senior IMPPAK. Kehadiran para senior menjadi bentuk dukungan dan apresiasi atas konsistensi IMPPAK dalam menjaga eksistensi organisasi mahasiswa dan pemuda Kolaka hingga usia ke-64 tahun.
Mengusung tema “Bakti untuk Bumi Mekongga”, Milad ke-64 IMPPAK menjadi momentum refleksi bagi seluruh mahasiswa dan pemuda Kolaka untuk terus meneguhkan peran, pengabdian, serta tanggung jawab moral terhadap masyarakat dan daerah.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan Tari Lariangi yang dibawakan oleh panitia kader IMPPAK, menambah nuansa budaya dan kearifan lokal. Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, serta penampilan musikalisasi puisi oleh Tasya dan Yusril yang turut menyemarakkan suasana.
Salah satu panitia, Muh. Zainul Haq, berharap IMPPAK ke depan dapat terus berkembang sebagai wadah kaderisasi yang tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga melahirkan generasi muda yang berintegritas, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa kepemimpinan.
“Harapan kita bersama, IMPPAK terus menjadi wadah pembinaan karakter dan pengabdian yang nyata bagi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua IMPPAK, Muh. Ikhsan Mubarak A, dalam pernyataannya menegaskan bahwa usia 64 tahun bukanlah perjalanan yang singkat bagi IMPPAK.
Menurutnya, usia tersebut merupakan rangkaian panjang pengabdian, perjuangan, dan komitmen dalam menjaga nilai-nilai kebudayaan, sosial, serta kepedulian terhadap masyarakat Bumi Mekongga.
“Tema yang kami angkat bukan sekadar slogan, tetapi refleksi dari tanggung jawab moral kami untuk terus hadir bagi masyarakat dan daerah. IMPPAK akan selalu berupaya berdiri sebagai mitra strategis pemerintah, mitra masyarakat, dan mitra pembangunan,” tegasnya.
Ia juga menyayangkan tidak hadirnya unsur pemerintah daerah dalam perayaan tersebut. Menurutnya, ketidakhadiran itu bukan semata persoalan seremoni, melainkan mencerminkan masih kurangnya ruang komunikasi dan perhatian terhadap organisasi yang selama puluhan tahun berkontribusi nyata bagi masyarakat Kolaka.
“Kritik ini bukan bentuk penentangan, melainkan wujud kepedulian kami. Kami meyakini bahwa membangun daerah tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan sinergi, dialog, dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat,” tambahnya.
Ikhsan berharap ke depan pemerintah daerah dapat lebih membuka diri, hadir, dan mendengar suara organisasi serta masyarakat. Ia menegaskan bahwa pada hakikatnya pemerintah dan organisasi daerah memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan Bumi Mekongga yang maju, adil, dan berkelanjutan. (*Ayu)
