Kunjungan Pemred Tribun Timur ke Rujab Sinjai, Ratnawati Arif Ungkap Tantangan Jadi Bupati Perempuan Pertama
WARNAWARTA.COM, SINJAI SULSEL — Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, menerima kunjungan silaturahmi sekaligus wawancara khusus dari Pemimpin Redaksi Tribun Timur, Thamzil Thahir, pada Jumat siang (06/02/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sinjai dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Dalam kesempatan itu, Bupati Ratnawati turut didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Sinjai, Dr. Mansyur.
Wawancara yang dilakukan redaksi Tribun Timur menyoroti pengalaman Bupati Ratnawati yang dikenal sebagai bupati perempuan pertama di Kabupaten Sinjai dengan latar belakang birokrasi.
Pemred Tribun Timur, Thamzil Thahir, menyebut bahwa kehadiran Ratnawati Arif menjadi sosok menarik karena tidak hanya mencatat sejarah sebagai perempuan pertama memimpin Sinjai, namun juga termasuk salah satu dari sedikit kepala daerah perempuan di Indonesia.
“Ibu Bupati ini adalah bupati perempuan pertama di Sinjai, dan termasuk salah satu dari 43 bupati perempuan di Indonesia. Selain itu beliau berasal dari birokrat, sementara banyak yang lain berlatar politisi. Jadi menarik untuk mendengar kesan-kesan beliau,” ungkap Thamzil.
Menurutnya, pengalaman panjang Ratnawati di dunia pemerintahan memberi nilai tambah dalam memahami mekanisme dan tata kelola birokrasi, sehingga diharapkan mampu membawa Kabupaten Sinjai bergerak lebih maju.
Selama sesi wawancara, Bupati Ratnawati terlihat antusias menjawab setiap pertanyaan yang disampaikan. Ia mengungkapkan bahwa latar belakang birokrasi yang dimilikinya membantu dalam menentukan arah kebijakan.
Ia menyebut, pengalaman tersebut memudahkannya menilai program mana yang perlu dilanjutkan dari pemerintahan sebelumnya serta program baru apa yang harus menjadi prioritas dalam masa kepemimpinannya.
Di akhir pertemuan, Bupati Ratnawati Arif juga menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang jatuh pada 9 Februari.
Ia mengapresiasi peran pers yang selama ini terus mendampingi jalannya pemerintahan sebagai bagian dari kontrol sosial. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya peran media dan masyarakat dalam melawan penyebaran informasi bohong atau hoaks.
