Kabar Menggembirakan! Di Era RAMAH, Bantuan Seragam Sekolah Tak Dikurangi, Justru Bertambah
WARNAWARTA.COM, SINJAI SULSEL — Pemerintah Kabupaten Sinjai memastikan program bantuan seragam dan perlengkapan sekolah gratis masih terus berjalan pada tahun 2025. Bahkan, jenis bantuannya kini diperluas dengan penambahan baju batik yang diperuntukkan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu.
Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib, menegaskan bahwa tidak ada pengurangan sedikit pun dalam program tersebut. Sebaliknya, pemerintah justru menambah item bantuan agar kebutuhan siswa semakin terpenuhi.
“Program ini tetap berjalan seperti sebelumnya, tidak ada yang dikurangi. Tahun ini malah ada tambahan berupa seragam batik untuk siswa penerima bantuan,” jelas Irwan.
Ia menyebutkan, paket bantuan pendidikan yang diberikan mencakup seragam merah putih atau putih biru, topi, dasi, ikat pinggang, jilbab, tas sekolah, serta buku tulis, dan kini dilengkapi dengan baju batik.
Pernyataan tersebut disampaikan Irwan saat berdiskusi bersama awak media dalam kegiatan jumpa pers yang berlangsung di salah satu warung kopi di kawasan Jalan R.A. Kartini, Kecamatan Sinjai Utara, Rabu (31/12/2025).
Lebih jauh, Irwan mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 mendatang, Pemerintah Kabupaten Sinjai di bawah kepemimpinan Bupati Hj. Ratnawati Arif dan Wakil Bupati Andi Mahyanto Mazda, melalui program bertajuk RAMAH, berencana memperluas jangkauan bantuan tersebut.
Program ini nantinya akan menyasar seluruh siswa baru jenjang SD dan SMP tanpa pengecualian. Setiap peserta didik baru akan memperoleh seragam dan perlengkapan sekolah secara gratis, termasuk seragam batik.
“Insya Allah mulai 2026, seluruh siswa baru SD dan SMP akan mendapatkan bantuan seragam lengkap. Ini menjadi salah satu program unggulan dari Ibu Bupati dan Bapak Wakil Bupati,” tambahnya.
Sebagai gambaran, pada tahun 2025 jumlah penerima bantuan untuk jenjang SD tercatat sebanyak 2.222 siswa, sementara untuk tingkat SMP mencapai 1.179 siswa.
Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp2,4 miliar untuk mendukung keberlangsungan program tersebut. Sasaran bantuan merupakan siswa dari keluarga kurang mampu yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). (Ac)
