Dinkes Sinjai Evaluasi Program TBC, Temuan Kasus Baru Capai 19 Persen

Dinkes Sinjai Evaluasi Program TBC, Temuan Kasus Baru Capai 19 Persen

WARNAWARTA.COM, SINJAI SULSEL — Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Tuberkulosis (TBC) tingkat kabupaten sebagai upaya memperkuat percepatan eliminasi TBC pada 2030.

Kegiatan tersebut diikuti para penanggung jawab program TBC dari puskesmas dan rumah sakit serta petugas laboratorium rujukan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM). Selasa, (23/6/2026).

Monev dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, Andi Jefrianto Asapa. Ia didampingi Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan yang juga menjabat Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P).

Dalam sambutannya, Andi Jefrianto mengatakan, tuberkulosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian dan komitmen bersama.

Menurutnya, target eliminasi TBC pada 2030 membutuhkan penguatan strategi penanggulangan secara menyeluruh, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.

Berdasarkan hasil evaluasi program hingga 15 Juni 2026, capaian penemuan terduga atau suspek TBC di Kabupaten Sinjai masih perlu ditingkatkan.

Dari estimasi sebanyak 6.631 suspek TBC, baru 2.358 orang atau sekitar 36 persen yang ditemukan dan dilaporkan. Sementara itu, dari estimasi 1.228 kasus TBC, baru ditemukan sebanyak 232 kasus atau sekitar 19 persen.

Angka keberhasilan pengobatan pasien TBC pada 2025 juga tercatat sebesar 66,3 persen. Capaian tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan agar semakin banyak pasien menyelesaikan pengobatan hingga dinyatakan sembuh.

Andi Jefrianto menegaskan, keberhasilan penanganan TBC tidak hanya bergantung pada ketersediaan obat. Kualitas pelayanan mulai dari penemuan kasus, pemeriksaan laboratorium, pemberian pengobatan, hingga pemantauan pasien juga harus diperkuat.

“Program TBC merupakan tanggung jawab bersama seluruh jajaran kesehatan dan lintas sektor. Setiap tahapan pelayanan harus berjalan dengan baik agar pasien memperoleh penanganan secara tepat dan tuntas,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diminta mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, serta menyusun langkah perbaikan yang nyata dan terukur.

Sejumlah fokus yang menjadi perhatian meliputi peningkatan penemuan kasus secara aktif, penguatan kualitas pemeriksaan spesimen, optimalisasi peran laboratorium, perbaikan pencatatan dan pelaporan, serta peningkatan keberhasilan pengobatan pasien.

“Keberhasilan eliminasi TBC di Kabupaten Sinjai sangat bergantung pada komitmen kita bersama. Setiap kasus yang ditemukan lebih awal, setiap pasien yang berhasil disembuhkan, dan setiap penularan yang dapat dicegah merupakan kontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat Sinjai yang lebih sehat,” ujar Andi Jefrianto.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai berharap kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut dapat menghasilkan langkah tindak lanjut yang konkret untuk mempercepat pencapaian target eliminasi TBC pada 2030. (Adv)