Pemkab Sinjai Siapkan Gau Puka Renreng, Budaya Pukat Tarik Kembali Dihidupkan
WARNAWARTA.COM, SINJAI SULSEL — Pemerintah Kabupaten Sinjai terus memantapkan persiapan pelaksanaan event budaya bertajuk “Gau Puka Renreng”. Keseriusan tersebut terlihat dari pelaksanaan rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di ruang kerja Sekretaris Daerah Sinjai, Rabu (22/04/2026).
Rakor ini dipimpin langsung oleh Sekda Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, dan dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Sinjai Utara dan Sinjai Timur, serta perwakilan PKBM Todilaling sebagai mitra pelaksana kegiatan.
Event “Gau Puka Renreng” rencananya akan dipusatkan di Pantai Mallenreng, Desa Panaikang. Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam menjaga tradisi gotong royong masyarakat nelayan, khususnya praktik menangkap ikan secara bersama-sama menggunakan metode pukat tarik.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sinjai, Tamzil Binawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat kembali nilai-nilai kearifan lokal masyarakat pesisir yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Menurutnya, “Gau Puka Renreng” merupakan representasi budaya kolektif nelayan di Sinjai, terutama di Desa Panaikang, di mana proses penangkapan ikan dilakukan secara bersama sebagai bagian dari tradisi masyarakat.
Tahun 2026 menjadi momen perdana pelaksanaan event ini secara resmi. Pemerintah daerah pun berharap kegiatan tersebut dapat berkembang dan mendapat perhatian lebih luas, termasuk dari pemerintah pusat.
Tamzil menambahkan, pihaknya optimistis kegiatan ini ke depan bisa masuk dalam kalender event nasional apabila mendapatkan dukungan dari Kementerian Kebudayaan.
Adapun pelaksanaan “Gau Puka Renreng” dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 29 April 2026, di lokasi utama Pantai Mallenreng.
Rangkaian kegiatan nantinya akan diisi dengan simulasi dan praktik langsung tradisi puka renreng, pertunjukan seni daerah, serta pameran produk ekonomi kreatif khas masyarakat pesisir.
Melalui persiapan yang terus dimatangkan, Pemkab Sinjai berharap event ini tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat citra Sinjai sebagai daerah yang kaya akan budaya bahari. (Adv)
