Opini: Fenomena Dukun di Sinjai yang Membagikan Mantra untuk Mengatasi Tersedak Tulang Ikan

Opini: Fenomena Dukun di Sinjai yang Membagikan Mantra untuk Mengatasi Tersedak Tulang Ikan

WARNAWARTA.COM, SINJAI SULSEL — Fenomena viralnya seorang dukun di Sinjai yang membagikan “mantra” untuk mengatasi tersedak tulang ikan menunjukkan bagaimana kepercayaan tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat. 

Di satu sisi, hal ini bisa dipahami sebagai bagian dari budaya lokal yang telah diwariskan turun-temurun, di mana praktik-praktik seperti mantra sering dianggap sebagai bentuk ikhtiar alternatif.

Namun di sisi lain, pernyataan tersebut menjadi problematik ketika disebarluaskan secara luas melalui media sosial. 

Dalam konteks kesehatan, klaim bahwa mantra dapat menghilangkan tulang ikan yang tersangkut di tenggorokan berpotensi menyesatkan dan berbahaya. 

Tersedak tulang ikan bukanlah hal sepele—jika tidak ditangani dengan benar, bisa menyebabkan luka, infeksi, bahkan komplikasi serius. 

Oleh karena itu, pendekatan medis yang tepat tetap menjadi solusi utama, seperti memeriksakan diri ke tenaga kesehatan.

Reaksi keras dari netizen juga mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya informasi yang akurat dan bertanggung jawab, terutama yang berkaitan dengan kesehatan.

Selain itu, jika benar mantra yang diucapkan dianggap tidak pantas, maka kritik publik menjadi wajar sebagai bentuk kontrol sosial terhadap konten yang beredar di ruang digital.

Menurut saya, kejadian ini menjadi pengingat bahwa di era digital, setiap pernyataan yang dipublikasikan memiliki dampak luas. 

Tradisi boleh tetap dihargai, tetapi harus disampaikan secara bijak dan tidak bertentangan dengan logika, etika, serta keselamatan publik. 

Edukasi kesehatan yang benar perlu terus digalakkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh klaim yang belum terbukti kebenarannya. *(Nurwanda)