Drama Cinta di Sinjai: Usai Dimintai Rp250 Juta, Sosok “Rifki” Ternyata Perempuan
WARNAWARTA.COM, SINJAI SULSEL — Kisah hubungan jarak jauh yang awalnya terdengar romantis mendadak menjadi sorotan publik di Kabupaten Sinjai.
Cerita ini bermula dari unggahan seorang netizen yang mengisahkan seorang pria bernama Rifki. Ia disebut berasal dari Lampung dan nekat menempuh perjalanan jauh ke Desa Biji Nangka, Kecamatan Sinjai Borong, demi bertemu perempuan yang dikenalnya lewat media sosial bernama Alda.
Hubungan keduanya diketahui berawal dari perkenalan di dunia maya. Seiring waktu, komunikasi mereka semakin intens hingga akhirnya menjalin hubungan asmara jarak jauh (LDR).
Rasa penasaran dan rindu membuat Rifki memutuskan datang langsung ke Sinjai untuk bertemu dengan sang pujaan hati.
Namun, pertemuan yang diharapkan menjadi momen bahagia justru berujung kekecewaan. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa saat bertemu, Rifki diminta menyiapkan mahar hingga Rp250 juta.
Permintaan tersebut membuatnya terpukul dan memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana pernikahan. Ia bahkan disebut sempat singgah di rumah Kepala Desa Batu Bulereng, Kecamatan Sinjai Borong.
Seiring viralnya cerita ini, fakta lain kemudian terungkap yang membuat warga semakin terkejut.
Kepala Desa Biji Nangka, Andi Abdul Rauf, mengaku sempat merasa ada yang janggal dengan identitas Rifki. Untuk memastikan, ia kemudian mencoba menghubungi keluarga yang bersangkutan di Lampung.
Dari komunikasi itulah diketahui fakta sebenarnya.
Sosok yang selama ini dikenal sebagai Rifki ternyata bukan laki-laki, melainkan seorang perempuan bernama Mulan.
“Awalnya kami merasa ada yang tidak beres, jadi saya coba menghubungi pihak keluarganya di Lampung. Dari situ terungkap bahwa yang bersangkutan sebenarnya perempuan,” ujar Kepala Desa.
Terungkapnya identitas tersebut sontak mengejutkan warga sekitar dan membuat kisah ini ramai diperbincangkan di media sosial.
Saat ini, yang bersangkutan telah diamankan dan dibawa ke Polsek Sinjai Borong untuk menjalani proses penanganan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
