Ribuan Warga Ikuti Salat Id, Sinjai Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi 6 Tahun Terakhir

Ribuan Warga Ikuti Salat Id, Sinjai Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi 6 Tahun Terakhir

WARNAWARTA.COM, SINJAI SULSEL — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai menggelar salat Idulfitri 1447 Hijriah/2026 M secara terpusat di Lapangan Sinjai Bersatu, Jalan Tondong, Kecamatan Sinjai Utara, Sabtu (21/3/2026).

Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, bersama Wakil Bupati Andi Mahyanto Mazda, turut melaksanakan salat Id bersama ribuan masyarakat yang memadati lokasi sejak pagi hari.

Sejak fajar, suasana penuh kekhusyukan telah terasa. Kumandang takbir yang menggema menambah syahdu perayaan hari kemenangan umat Islam tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Ratnawati menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk mensyukuri keberhasilan dalam menjalani ibadah Ramadan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai yang telah dibangun selama bulan suci, seperti kedisiplinan, kejujuran, dan kepedulian sosial, dalam kehidupan sehari-hari.

“Memasuki bulan Syawal, kita harus membuktikan perubahan dalam diri. Nilai-nilai Ramadan harus terus hidup dan menjadi semangat dalam membangun Kabupaten Sinjai ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan perkembangan pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif. Di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, angka kemiskinan di Sinjai mengalami penurunan dari 7,82 persen menjadi 7,41 persen.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi daerah juga mengalami peningkatan signifikan dari 5,17 persen menjadi 6,05 persen, yang merupakan capaian tertinggi dalam enam tahun terakhir dan menempatkan Sinjai di posisi ketujuh di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya sekadar angka, tetapi mencerminkan membaiknya kondisi ekonomi masyarakat serta efektifnya program perlindungan sosial dan pemberdayaan yang dijalankan pemerintah daerah.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, Forkopimda, serta jajaran TNI-Polri yang telah berperan menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

“Idulfitri mengajarkan kita arti saling memaafkan. Nilai ini tidak boleh berhenti sebagai tradisi, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata,” tutupnya.

Pelaksanaan salat Idulfitri dipimpin oleh Ustadz H. Muh. Nasrun sebagai imam, sementara khutbah disampaikan oleh H. Faried Wajedi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Andi Jefrianto Asapa, para staf ahli, asisten, serta kepala OPD lingkup Pemkab Sinjai yang membaur bersama masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan.